Dari Infrastruktur Hingga Manfaat SPAM Bantul Dapat Tinjauan Kementerian PU dan Bappenas

Program pembangunan air minum melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bantul mendapat perhatian langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui PFID, Ditjen Cipta Karya, bersama Bappenas.

 

Kunjungan lapangan ini tidak sekadar melihat hasil pembangunan secara fisik. Tim ingin memastikan satu hal yang lebih penting: apakah infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?

 

Tim Kementerian PU dan Bappenas diterima langsung oleh Kepala Bidang Cipta Karya, Heru Prasetya, ST., M.Ling. Selanjutnya, rombongan meninjau lokasi pelaksanaan DAK Air Minum di Kalurahan Poncosari dan Kalurahan Argorejo.

 

Di lapangan, tim melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan dan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Namun, pemeriksaan tidak berhenti pada kondisi fisik saja. Fungsi layanan, keberlanjutan pemanfaatan, hingga dampaknya bagi masyarakat turut menjadi perhatian.

Menariknya, tim juga turun langsung menyapa warga penerima manfaat. Dari obrolan bersama masyarakat, tim menggali pengalaman mereka dalam menggunakan layanan air minum, termasuk kualitas air yang diterima serta tarif yang harus dibayarkan.

 

Interaksi langsung dengan warga ini menjadi bagian penting untuk melihat kondisi layanan dari sudut pandang penerima manfaat. Sebab, pembangunan infrastruktur pada akhirnya bukan hanya soal bangunan yang berdiri, tetapi tentang bagaimana fasilitas tersebut dapat terus digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Melalui kunjungan ini, evaluasi pelaksanaan DAK Air Minum Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bantul diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi infrastruktur sekaligus kualitas layanan air minum yang diterima masyarakat.

 

Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa bagus infrastrukturnya dibangun, tetapi seberapa nyata manfaatnya dirasakan warga.