Berita

Jenis Tangki Air

Jumat Pon, 28 Februari 2014 08:49 WIB 4228

Ada beberapa jenis tangki penyimpanan air, di antaranya terdapat beberapa plus-minus yang perlu Anda ketahui sebelum menginstalasi tangki tersebut. Berikut ini adalah jabaran jenis tangki air, 1. Tangki Air Plastik. Tangki air plastik terbuat dari polietilen, jenis tangki ini cukup ringan dan Anda hanya perlu membuat suatu pondasi yang sederhana sesuai dengan penempatannya. Jenis tangki ini banyak dijumpai dalam berbagai macam warna, biasanya dibentuk ke dalam plastik, dan umumnya mempunyai daya tahan lama antara 15-25 tahun. Dari segi biaya jenis tangki ini cukup murah. Salah satu kelemahan utama dari tangki air jenis plastik adalah bahan yang terbuat dari petrokimia, yang setelah habisnya umur masa pemakaian, atau akibat kerusakan besar sehingga tidak bisa terpakai lagi. Maka bahan ini sangat sukar membusuk sehingga akan mengakibatkan racun pada lingkungan hidup. Tetapi oleh adanya sistem daur ulang yang semakin membaik, bahan tangki air plastik yang tidak terpakai lagi dapat didaur ulang dengan mengantarnya ke pabrik daur ulang yang terpercaya. Beberapa kelemahan lainnya dari tangki air adalah, bocoran pada tangki tidak bisa terlihat secara kasat mata. Umumnya baru bisa ketahuan setelah terisi air dan bocoran sering terjadi pada sambungan vertikal dari tangki. Periksa sambungan secara baik, umumnya sambungan yang mulus biasanya merupakan sambungan yang terhindar dari bocoran. Selain itu, kekurangan lainnya dari tangki air adalah bahannya yang terbuat dari plastik maka jenis tangki ini adalah bahan yang mudah meleleh dan terbakar, sehingga tangki ini tidak bisa ditempatkan pada daerah yang berdekatan dengan api atau tempat yang menghasilkan panas tinggi. Masalah lainnya adalah efek jangka panjang jika air tertahan di tangki air, walaupun sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyatakan apakah ada pengaruh bahan kimiawi plastik akan berpengaruh pada air jika umur tangki sudah cukup lama. Yang perlu dilakukan adalah pemeliharaan untuk mencuci dan membersihkan tangki air secara berkala agar tangki tidak sampai berlumut. Untuk penempatan, tangki juga perlu diperhatikan supaya tidak terkena cahaya matahari langsung. Pasalnya, hasil penelitian untuk jenis plastik yang mengalami perubahan panas dan dingin secara terus menerus dan jika tangki sering dalam keadaan kosong, maka permukaan plastik akan bisa mengalami pecahan permukaan yang mana bahan plastik bisa tercampur ke air. Jadi dianjurkan supaya tangki ditempatkan di bawah tempat yang teduh. Dari segi konstruksi, dudukan tangki air ini dapat dibuat dari konstruksi kayu, konstruksi besi, dan konstruksi beton. Gambar contoh konstruksi besi dapat Anda lihat di sini. 2. Tangki Air Bahan Logam. Ada tiga jenis bahan tangki air yang terbuat dari bahan logam yaitu dari Baja Galvanis, Zincalume, dan Stainles. Tangki galvanis terbuat dengan proses Hot-dip galvanizing dengan menggunakan bahan baja, atau besi dengan seng. Seng tersebut membantu memperlambat korosi, jenis tangki galvanis dapat berlangsung dengan baik di bawah lima tahun, setelah itu jenis tangki air ini sering mengalami karat jika ada bagian lapisan mantel yang mengalami proses galvanising yang kurang baik. Sehingga akan mudah berkarat karena sering berhubungan dengan air. Tangki air Zincalume telah ada sekira 30 tahun dan pada awalnya digunakan untuk bahan atap. Tangki air ini terdiri dari bahan campuran 55 persen aluminium, 43,5 persen seng, dan 1,5 persen silikon terikat pada baja. Daya tahan tangki air ini umumnya sekira 10-15 tahun. Tangki air stainless steel terbuat dari bahan stainless dengan lapisan konversi diterapkan pada permukaan baja untuk meningkatkan adhesi, kemudian poliester atau polietilen primer, serta top coat dilapisi dengan cara oven suhu tinggi. Jenis ini mempunyai kekuatan hingga 20 tahun. Dengan pemberian lapisan polietilen untuk lebih membantu memperlambat korosi. Sedangkan untuk konstruksi, dudukan tangki ini dapat diletakkan di atas konstruksi besi dan juga di atas plat beton