Berita

Proses Pengolahan Air Minum secara Fisik Bag. 3

Selasa Pahing, 2 Juli 2013 10:56 WIB 2061

3. Membran Filtrasi adalah proses pemisahan padatan dan larutan, dimana larutan dilewatkan melalui suatu media berpori atau materi berpori lainnya untuk menyisihkan partikel tersuspensi yang sangat halus sebanyak mungkin. Proses ini digunakan pada instalasi pengolahan air minum untuk menyaring air yang telah dikoagulasi dan diendapkan untuk menghasilkan air minum dengan kualitas yang baik. Filtrasi dapat dilakukan menggunakan beberapa jenis filter, antara lain : saringan pasir lambat, saringan pasir cepat, atau dengan menggunakan teknologi membran. Pada awalnya filtrasi menggunakan membran merupakan unit pengolahan air alternatif untuk menggantikan filtrasi pasir lambat (slow sand filtration). Dengan kemajuan yang sangat pesat dari teknologi ini, terutama dari penurunan biaya operasional dan instalasinya, membran semakin banyak digunakan dalam instalasi pengolahan air terutama untuk insatalasi pengolahan air yang bertujuan menghasilkan air layak minum. Keunggulan utama membran dibandingkan filtrasi pasir lambat adalah unit pengolahan yang dibutuhkan mempunyai ukuran yang lebih kecil, kapasitas pengolahan lebih besar, serta mampu menghasilkan air layak minum. Secara umum sistem membran dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu Reverse osmosis (RO), Elektrodialisis (ED), Ultrafiltrasi (UF), dan Mikrofiltrasi (MF). Media yang digunakan untuk pembuatan filter membran tersedia dalam berbagai jenis material dan metoda pembuatannya. Media yang digunakan dapat digolongkan menjadi media absolut dan media nominal, tergantung dari kemampuannya untuk menahan partikel yang mempunyai ukuran sama atau lebih besar dari ukuran lubang pada media. Filter Membran biasanya digolongkan sebagai media absolut yang dapat dibuat menggunakan berbagai macam bahan polimer, logam, dan keramik. Media nominal biasanya dibuat menggunakan bahan dari serat kaca (fiber glass), serat polimer, dan keramik. Berdasarkan struktur lubang medianya, filter membran dibedakan menjadi dua, yaitu membran tipis (screen membrane) dan membran tebal (depth membrane). Membran tipis mempunyai lubang (pore) dengan bentuk lingkaran yang sempurna atau hampir sempurna. Lubang-lubang tersebut tersebar secara acak pada permukaan membran. Membran ini dibuat melalui proses pelubangan media menggunakan penembakan electron (nuclear track) dan proses penggoresan (etch process). Membran tipis pada umumnya digunakan pada proses analisis gravimetri, sitologi, analisis partikulat, analisis aerosol, dan penyaringan darah. Filter membran tebal mempunyai struktur permukaan yang tidak beraturan, tampak kasar jika dilihat dengan perbesaran dan lubangnya (pore) terlihat lebih besar daripada karakteristik lubang yang seharusnya. Filter membran tipe ini dibuat dari berbagai jenis polimer melalui proses pencetakan. Bahan utama yang sering digunakan dalam pembuatan filter membran adalah ester selulosa. Selulola membran dibuat dengan cara melarutkan ester selulosa dalam pelarut organik, ditambah beberapa bahan kimia untuk memperbaiki karakteristik. Setelah itu, larutan ini dicetak dengan ketebalan 150 mm. Selama proses pencetakan, pelarut akan mengalami penguapan dan filter membran akan mengering serta membentuk stuktur lubang yang tidak beraturan. Membran tebal biasa digunakan untuk proses sterilisasi larutan, kultur mikroorganisme, dan lain sebagainya.